kisah di selembar kertas

Jumat, 06 Juli 2012

cerpen: Cinta Tak Tersampaikan


Aku terdiam dengan semua harapanku terhadap sesosok lelaki yang aku cintai. Matanya selalu ada dalam lamunanku dan pikiranku. Dia adalah mentorku dikelompok Sosjur dia adalah Kak Dimas. Ku coba melupakannya tapi aku tak bisa karena aku masih selalu menyimpan rasa itu. Hari ini tepat jam 05.00 aku berangkat lagi menuju kampus , males banget tapi hari ini hari terakhir kegiatan yang sangat melelahkan yaitu sosjur.hah, bertemu lagi dengan dia, aku sangat tak mau bertemu dengannya tapi apa boleh buat. Aku segera membangunkan kakakku yang tertidur pulas, tak tega membangunkannya tapi harus bagaimana lagi .
“kak, bangun anterin dede ke kampus”ujarku sambil membangunkan kakakku

Kakakku terbangun dengan matanya yang masih mengantuk, tapi tak terlihat wajah yang menjengkelkan malahan kakakku seperti yang bersemangat untuk mengantarku ke kampus.
Kami pun bersiap untuk berangkat, di perjalan aku selalu memikirkan dirinya yang ada pada ingatanku. Setibanya disana aku melihatnya. “Deg” jantung berdetak sakit , mungkin sakit karena dia bukan milikku.
Aku berpamitan kepada kakaku karena panitia sudah berteriak-teriak, dalam hatiku aku ingin menjerit “ sabar donk panitia ” dengan kesalnya aku masuk barisan kelompokku. Dia melihatku tapi dia melihatrku karena dia mentorku dia melihatku karena ingin mengabsenku dan mengecek apa semua perlengkapanku sudah dibawa semuanya “apa sudah lengkap Din??”tanyanya
“sudah kak”jawabku
Huh, hati semakin tak karuan saat dia berbicara dengan teman sekelompokku yang bernama Agnes, sedih marah dan ingin menangis dia lebih mendekati Agnes dibandingkan anggota kelompok lainnya ya aku akui Agnes sangatlah cantik , tak heran semu senior sangat menyukainya. Aku berusaha menghindarimya tak tersenyum padanya karena aku sakit sekali.

Panitia sudah berteriak untuk kami berangkat menuju aula. Dia selalu ada dalam pikiranku apa karena dia mirip dengan orang yang pernah ada dihatiku atau karena aku benar benar menyukainya. Aku ingin terus menghindar dan menghindar tapi semakin aku mengindarinya semakin tak karuan hati ini.
Beberapa materi dari para petinggi kampus membuatku mengantuk dan sangat membosankan.
Akhirnya istirahat juga akupun segera keluar dengan teman temanku. Aku melihat senior yang paling menyeramkan.
“eh liat. Itu senior yang paling menyeramkan”ujarku
“hahaha . . ada ada kamu”ujar temanku Nina
Akupun segera menuju kelas dan makan bareng sengan teman teman . setelah makan aku diajak oleh temen ku Nina shalat
Deg aku bertemu dengan Dia .
Aku etrsenyum
“Dina ada yang nanyain kamu dan ada salam dari kk sebelah kk”dia tersenyum
Dalam hati kenapa harus dia kenapa tidak kamu
Akupun tersenyum sakit. Dan selalu bertanya Tanya kenpa kenapa??
“dia kan yang kata kamu menyermakna , cieeee”ledek temanku
Aku hanya tersenyum ya ajaib orang yang bagiku begitu menyeramkan ternyata dia memerhaikanku tapi tetap dihatiku hanya ada dia .

Tak terasa hari sudah malam sekitar jam 21.00 panitia membuat acara api ungun dan setiap kelompok harus membawakan sebuah pentas seni . aku mewakili kelompokku dan melatunkan sebuah lagu
“ku suka dirinya mungkin aku sayang
Namun apakah mungkin kau menjadi milikku”
Itu sepenggalan lagu Rasa Ini dari Vierra yang mewakili perasaanku terhadap Dia Dia Mentorku.
Dalam hati “ini lagu untukmu Mentorku”
Setelah itu aku kembali pada barisanku, hah sakit banget dia berdekatan dengan Agnes. Ya mungkin dia sangat suka ma Agenes. Aku hanya bisa menghela nafasku “Haahhh”
Pagi menyambutku dengan gembira cuaca sangatlah cerah tapi hatiku ini masih gelap gulita karena dia. Senior suda berteriak untuk memakai peralatan yang aneh aneh tapi aku jalani saja dan segera berbaris, katanya kami harus jelajah alam

“ah pasti sekarang saatnya kita disiksa”ujar Nina
“iya ya ”akupun mengeluh . iya ya saatnya kita disiksa mati matian . benar saja saat kelompok kami berjalan sudah ada kakak menyeramkan
“akhirnya kalian datang juga cepet ambil tuh air berlumpur itu”suruh senior itu . .
Dan kamipun membawa air berlumpur ini
“ya sekarang kalian tumpahkan ketubuh kalian ”seniorpun tertawa
Ingin sekali ku berteriak apa apaan ini.
Kamipun menumpahkan air lumpur itu kesukujur tubuhku
Senior malah tertawa bahagia. Apa ini lucu ??

Kami pun segera melanjutkan jelajah alam. Ternyata ini tidak terlalu sulit malah ini semakin menyenangkan begitu menantang. Tapi perasaan sakit itu muncul dia selalu ada disekelilingku dan semakin sakit dia selalu menempel pada seorang gadis yang lebih menawan disbanding aku. Hatiku semakin sesak seperti tak bisa lagi menahan itu semua.
Aku harus bagaimana perasaan ini semakin tak mau diam. Aku semakin ingin menjauh dan menjauh
“kamu suka sama mentor”tiba tiba Rani berbisik padaku
Aku kaget aku malu
“tak usah malu , dari tadi kamu melihat Kak Dimas begitu sedih. Apa aku bantu saja??”ujarnya
“jangan, itu tidak benar”malu aku

Ranipun tersenyum
Aku cemas Rani menceritakan ini semua pada Kak Dimas Mentorku. Aku takut aku tak bisa mendekati dia
Acara jelajah pun telah selesai , aku menyandarkan tubuhku ke tembok aula. Tiba tiba dia datang menghampiriku
“selamat beristirahat”senyumnya
Aku tersenyum sedih karena mungkin Dia memperhatikanku karena aku adalah juniornya.
Akhirnya aku berjanji pada diriku sendiri aku akan memendam rasa itu aku akan melupakanmu walau aku tak bisa tapi aku akan berusaha, Dia hanya mimpi bagiku tak
untuk jadi nyata. Aku akan selalu mendoakanmu bahagia walau kau tak termiliki
~END~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar